[ad_1]
Calon mahasiswa harus lulus ujian tertulis yang meliputi tes kemampuan akademik dan tes psikologi agar dapat diterima di perguruan tinggi yang diinginkan. Menjadi seorang mahasiswa memang tidak semudah yang dibayangkan, mereka harus melewati berbagai tahapan seleksi yang tidak mudah.
Menurut Dr. Andi, seorang psikolog pendidikan, tes psikologi sangat penting dalam seleksi masuk perguruan tinggi. “Tes psikologi dapat mengukur kepribadian, minat, dan bakat calon mahasiswa. Hal ini penting untuk mengetahui apakah calon mahasiswa cocok dengan lingkungan belajar yang ada di perguruan tinggi tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Prof. Budi, seorang akademisi ternama, tes kemampuan akademik juga tidak boleh dianggap remeh. “Tes kemampuan akademik dapat mengukur sejauh mana pemahaman calon mahasiswa terhadap materi akademik yang akan dipelajari di perguruan tinggi. Sehingga, hasil tes ini dapat menjadi tolak ukur apakah calon mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik,” katanya.
Dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, kedua tes ini menjadi penentu apakah calon mahasiswa layak diterima atau tidak. Menurut data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tingkat kelulusan ujian tertulis yang meliputi tes kemampuan akademik dan tes psikologi cukup tinggi, yaitu sekitar 70%.
Namun, tidak sedikit juga calon mahasiswa yang gagal dalam ujian tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan sebelum mengikuti ujian tersebut. “Calon mahasiswa harus belajar dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri dengan baik agar dapat lulus ujian tersebut,” ujar Prof. Budi.
Dengan demikian, calon mahasiswa harus menyadari bahwa ujian tertulis yang meliputi tes kemampuan akademik dan tes psikologi bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Mereka harus belajar dengan tekun dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat diterima di perguruan tinggi impian mereka.
[ad_2]

